Kenapa Lulusan SMP Bisa Lebih Sukses Dibanding Lulusan S1 dan S2?

Kenapa lulusan smp bisa lebih sukses dan lebih makmur dibanding lulusan S1 dan S2?



Kita acap melihat anak muda lulusan S1 bahkan S2 yang masih menganggur. Atau juga sudah bekerja namun dengan penghasilan pas-pasan. Bulan masih tanggal 9, gaji sudah habis. Pening deh kepala.

Pertanyaannya: kenapa bisa begitu? KKenapa anak lulusan SMP bisa lebih makmur dibandingkan lulusan S1?
Disini saya akan menelisik dengan gurih dan merenyahkan.

Memang tak jarang kita melihat pemandangan yang paradoksal seperti itu: saat orang-orang yang hanya lulusan SMP bisa begitu sukses, sementara ribuan sarjana S1 dan bahkan S2 mengeluhkan tentang penghasilannya yang katanya tidak mencukupi. Setidaknya ada tiga elemen kunci yang barangkali bisa menjelaskan irono getir semacam ini. yaitu: The Power of Kepepet, The Darkness of Gengsi dan The Magic of Street Smart.

Faktor #1: The Power of  Kepepet.

Mungkin oranag-orang lulusan SMP itu bisa sangat sukses karena faktor kepepet. Justru Karena kepepet, mereka bisa sukses.Mereka dipaksa melakukan something yang membuat mereka bisa melenting.

Sederhana saja, ijasah mereka hanyalah lulusan SMP. Dengan ijazah SMP, pekerjaan bagus apa yang bisa diharapkan? tak ada pilihan lain : jika mereka ingin mengubah nasib lebih makmur, pilihannya adalah melakukan dengan jalan merintis usaha sendiri.

Mereka dipepet oleh keadaan: mau hidup miskin selamanya (karena sulit dapat kerja dengan hanya mengandalkan ijazah SMP) atau nekad membangun usaha sendiri yang berpotensi suskses besar.

Orang dengan ijazah S1 dan S2 mungkin tidak punya faktor kepepet seperti itu: ah, santai saja toh nanti saya pasti dapat pekerjaan. Dan begitu sudah dapat pekerjaan (meski dengan gaji seadannya), tetap tidak ada "fktor yang me-mepet" dirinya: ah meski gaji segini saya bisa tetap hidup oke.Pelan-pelan, perasaan semacam itu membuatanya masuk ZONA NYAMAN (Comfort Zone) Dan persis disitu, faktor kepepet menjadi mati.Itulah sebabnya tidak banyak PNS yang berani Resign untuk mengambil keputusan besar meraih kesuksesan  YANG LEBIH BESAR. Karena COMFORT ZONE telah masuk kedalam jiwa dan narubaninya yang paling dalam. Jadi PNS saja sudah alhamdulillah.

Padahal yang seperti kita lihat, faktor kepepet justru yang bisa memaksa orang-bahkan lulusanSMP sekalipun untuk melakukan something extrordinary.
Kepepet karena tidak banyak plihan mungkin bukan kutukan. Ia justru berkah terselubung yang bisa membuat orang menapak jalan kesuksesan.

Faktor #2 : The Darkness of Gengsi.

Orang-orang lulusan SMP mungkin tidak lagi pnya gengsi. Lah cuman lulusan SMP, apa lagi yang mau dipamerkan. Namun justru karena itu mereka tidak merasa rikuh untuk memulai usah dari bawah sebawah-bawahnya: muali dari pemuling misalnya, sebelum pelan-pelan merangkak menjadi juragan barang bekas.

Dan kisah orang sukses lulusan SMP banyak bermula dari jalur margianal seperti itu: mulai ari jualan gerobak bakso keliling  di jalanan yang berdebu hingga punya 70 cabang. Muali dari kuli keceh sablon hingga punya pabrik kaos sesdiri.

Lulusan S1 dan S2 mungkin tidak mempunyai keberanian seperti itu. Lah saya kan lulusan S2, masak disuruh dorong gerobak. Kan saya sudah sekolah S1 susah-susah, bayarnya mahal lagi. Apa kata dunia??.

Dan persis melintas gengsi seperti itu yang barangkali membuat banyak lulusan S1 dan S2 menjadi yah, gitu-gitu deh nasib hidupnya.

Orang lulusan SMP tidak punya mentalitas gengsi seperti itu. mereka mau berkeringat di jalanan yang panas dan berdebu, demi merintis impiannya menjadi juragan yang makmur dan kaya.

Faktor #3 : The Magic of Street Smart.

Orang-orang lulusan Smp yang tak punya kemewahan berupa ijazah perguruan tinggi itu, mungkin dipaksa belajar dari kerasnya kehidupan dijalanan. Dari kerja keras mereka di jalanan yang panas dan berdebu dan penuh lika-liku. Dan dari kerja keras di jalanan yang berdebu itu mungkin anak lulusan SMP tadi justru bisa mengenal "ilmu street smart" -KECERDASAN JALANAN yang tak pernah bisa diperoleh oleh para lulusan S1 dan  bahkan S2 dari ruang kuliah yang acap "berjarak dengan realitas".

Steet smart yang mereka dapatkan dari jalanan itu pelanpelan kemudian bisa membuat mereka benar-benar lebih cerdas dibanding lulusan S1 dan bahkan S2; meski cuma lulusan SMP.

Demikianlah, tiga elemen kunci yang boleh jadi merupakn pemicu kenapa lulusan SMP bisa lebih sukses dibandingkan lulusan S1 dan S2:

The Power of  Kepepet.
The Magic of Street Smart.
The Darkness of Gengsi.

Cara Menghilangkan Rasa Takut Gagal


gambar menghadapi rasa takut
Semua orang ingin sukses. Tidak ada seorang pun yang ingin gagal, bahkan dalam mimpi sekalipun. Namun, rasa takut gagal selalu menghinggapi setiap orang.
Sebagai contoh, saya takut ebook saya tidak laku saat menulis ebook berbayar pertama saya. Rasa takut ini makin besar ketika saya membayangkan energi, uang, dan waktu saya terbuang sia-sia untuk membuat ebook tersebut.
Berita baiknya, saya terus maju dan merilis ebook itu pada pertengahan September 2015. Alhamdulilah, saya mendapatkan Rp 2 juta pada hari pertama penjualan ebook tersebut. Bagaimana cara saya menghilangkan rasa takut gagal? Berikut tahap demi tahap yang saya lakukan.

1. Memperbaiki pola pikir

Tahap pertama adalah saya memperbaiki pola pikir (mindset). Hal ini sangat penting karena pola pikir memengaruhi persepsi, nilai-nilai yang dianut, sikap, dan cara saya bertindak.
Sepanjang yang saya tahu, orang sukses memiliki pola pikir yang mendorong keberhasilannya. Mereka memikirkan apa yang mereka inginkan dan bagaimana cara mendapatkannya. Sementara itu, orang gagal memiliki pola pikir yang menghalangi keberhasilannya. Mereka sibuk memikirkan dan membicarakan apa yang mereka tidak inginkan.
Karena saya tidak mau termasuk orang gagal, saya berfokus pada apa yang saya inginkan yaitu menyelesaikan ebook dan menjualnya. Bandingkan kalau saya berfokus pada apa yang tidak saya inginkan. Mungkin saya mengeluh susahnya menulis ebook atau curhat pada teman-teman tentang kesulitan menyederhanakan teknis-teknis penulisan.

2. Melawan rasa takut

Setelah memperbaiki pola pikir, saya melawan rasa takut gagal tersebut. “Seberapa besar dampak yang akan ditimbulkan kalau ebook saya tidak laku?” gumam saya. Dengan kata lain, saya penasaran apakah ketakutan tersebut akan menjadi kenyataan ataukah hanya ada di pikiran saya saja.
Tentu saja, saya menghadapi perasaan ketakutan tersebut dengan strategi. Saya menuliskan sejumlah cara agar ebook saya laku seperti menjelaskan dengan studi kasus dan memasukkan hasil riset orang lain terkait artikel berkualitas.
Selain itu, kalaupun ebook saya tidak laku, saya menganggap itu sebagai proses pembelajaran. Memang begitulah orang yang sedang belajar, bukan?

3. Mencatat hal-hal terbaik yang terjadi

Setelah melawan rasa takut gagal, saya menyadari bahwa ketakutan tersebut tidak terbukti dan hanya ada dalam pikiran saya saja. Selain itu, saya juga mencatat hal-hal terbaik yang terjadi pada saya. Sebagai contoh, saya memiliki pola perilisan ebook, struktur sales latter, dan tampilan landing page yang keren. Saya akan menggunakan hal-hal terbaik tersebut untuk projek ebook saya yang lain.
Simpulannya, rasa takut gagal hanya ada dalam pikiran saja. Jangan biarkan ketakutan itu menghalangi kesuksesan Anda. Cobalah ketiga tahap sederhana di atas sehingga Anda bisa menghilangkan rasa takut gagal tersebut pada projek apa pun yang akan atau sedang Anda garap. Selamat mencoba!

Kata - Kata Motivasi Untuk Membangkitkan Semangat Anda


Anda mungkin sedang memiliki masalah sehingga tidak bersemangat dalam bekerja dan menjalani hidup. Penyebabnya bisa rekan kerja yang curang, atasan yang menyebalkan, pekerjaan yang menumpuk, proyek yang gagal, teman dekat yang menghindar, cinta yang kandas, atau keluarga yang menyulitkan.
Apa pun penyebabnya, Anda harus bersemangat lagi sehingga semuanya menjadi lebih baik. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk membangkitkan semangat tersebut adalah membaca kata-kata motivasi (lazimnya disebut kutipan).
Jangan khawatir jika Anda tidak memilikinya. Berikut 70 kutipan (quote) terbaik dari sejumlah tokoh dunia yang akan membantu Anda bersemangat lagi dalam bekerja dan menjalani hidup.

A. Kutipan tentang sasaran

Saya mulai kata-kata motivasi ini dengan kutipan yang berkaitan dengan sasaran. Jamak diketahui, sasaran itu penting karena memperjelas apa yang Anda inginkan.
1. “Tanpa sasaran dan rencana meraihnya, Anda seperti kapal yang berlayar tanpa tujuan.” – Fitzhugh Dodson
2. “Orang yang memiliki sasaran sukses karena mereka tahu ke mana akan pergi.” – Earl Nightingale
3. “Sasaran itu impian yang memiliki tenggat waktu.” – Diana Scharf
4. “Saya tidak bisa mengubah arah angin, namun saya bisa menyesuaikan pelayaran saya untuk selalu menggapai tujuan saya.” – Jimmy Dean
5. “Jika Anda bosan dengan kehidupan – Anda tidak bangun setiap pagi dengan semangat menyala-nyala untuk melakukan hal-hal – Anda berarti tidak memiliki sasaran yang cukup.” – Lou Holtz
6. “Banyak orang gagal dalam kehidupan, bukan karena kurangnya kemampuan, pengetahuan, atau keberanian, namun hanya karena mereka tidak pernah mengatur energinya pada sasaran.” – Elbert Hubbard
7. “Jika Anda ingin bahagia, tetapkan sasaran yang membangkitkan pikiran, membebaskan energi, dan menginspirasi harapan Anda.” – Andrew Carnegie
8. “Tidaklah penting dari mana Anda berasal. Yang penting adalah ke mana Anda akan melangkah.” – Brian Tracy
9. “Mulailah dengan tujuan dalam pikiran.” – Stephen Covey
10. “Gantungkan cita-citamu setinggi langit.” – Soekarno
11. “Dengan gagal merencanakan, Anda sedang merencanakan kegagalan.” – Benjamin Franklin

B. Kutipan tentang Bertindak

Ilustrasi bertindak
Jika sasaran memperjelas apa yang Anda inginkan, tindakan membantu Anda mewujudkannya. Nah, beberapa kutipan di bawah ini mungkin saja menjadi kutipan terbaik yang menginspirasi Anda untuk bertindak.
12. “Jangan menunggu; tidak akan pernah ada waktu yang tepat. Mulailah di mana pun Anda berada, dan bekerja dengan alat apa pun yang Anda miliki. Peralatan yang lebih baik akan ditemukan ketika Anda melangkah.” – Napoleon Hill
13. “Hambatan tidak bisa menghentikan Anda. Masalah tidak bisa menghentikan Anda. Orang lain tidak bisa menghentikan Anda. Hanya Anda yang bisa menghentikan Anda.” – Jeffrey Gitomer
14. “Juara adalah pecundang yang bangkit dan mencoba sekali lagi.” – Dennis DeYoung
15. “Saya telah gagal dalam 9.000 tembakan. Saya telah kalah hampir 300 pertandingan. Saya 26 kali gagal saat  dipercaya menembakan bola yang memenangi pertandingan. Saya gagal dan gagal lagi dalam kehidupan. Dan itulah mengapa saya sukses.” – Michael Jordan
16. “Sukses adalah kemampuan untuk melangkah dari kegagalan tanpa hilang antusiasme.” – Sir Winston Churchill
17. “Sukses berkaitan dengan tindakan. Orang sukses terus melangkah. Mereka membuat kesalahan namun tidak menyerah.” – Conrad Hilton
18. “Ada dua aturan untuk menjadi sukses. Pertama, cari tahu hal yang ingin Anda lakukan. Kedua, lakukan hal tersebut.” – Mario Cuomo
19. “Hambatan itu sering menjadi batu pijakan.” – Prescott
20. “Mengetahui saja tidak cukup; kita harus menerapkan. Keinginan saja tidak cukup; kita harus melakukan.” – Johann Wolfgang von Goethe
21. “Sukses itu tidak diukur oleh posisi yang telah diraih seseorang dalam kehidupan, tapi hambatan yang telah ia atasi saat berusaha untuk sukses.” – Booker T. Washington
22. “Jika Anda ingin membuat mimpi Anda menjadi kenyataan, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah bangun.” – J.M. Power
23. “Kita jangan menyerah dan jangan membiarkan masalah mengalahkan kita.” -Abdul Kalam
24. “Perjalanan ribuan mil dimulai dengan langkah pertama.” – Lao Tzu
25. “Saya belum gagal. Saya hanya menemukan 10.000 cara yang tidak efektif.” -Thomas A. Edison
26. “Anda tidak harus hebat untuk memulai, tapi Anda harus memulai untuk menjadi orang hebat.” – Zig Ziglar
27. “Orang yang tidak pernah membuat kesalahan adalah orang yang tidak pernah mencoba sesuatu yang baru.” – Albert Einstein
28. “Tidak ada pekerjaan yang susah jika Anda membaginya menjadi pekerjaan-pekerjaan kecil.” – Henry Ford
29. “Tindakan adalah kunci dasar untuk semua kesuksesan.” – Pablo Picasso
30. “Cara untuk memulai adalah berhenti berbicara dan mulai melakukan.” – Walt Disney
31. “Anda tidak akan pernah mencapai sukses kecuali jika Anda menyukai apa yang Anda lakukan.” – Dale Carnige
32. “Pemimpin sukses harus merencanakan pekerjaannya dan mengerjakan rencana tersebut.” – Napoleon Hill
33. “Visi tanpa eksekusi adalah halusinasi.” – Henry Ford

C. Kutipan tentang Fokus

Ilustrasi fokus
Saat bertindak, barangkali Anda kewalahan karena melakukan banyak hal. Solusinya adalah berfokus pada hal-hal penting. Di bawah ini kumpulan kutipan tentang fokus.
34. “Fokuslah pada tempat yang ingin Anda tuju, bukan pada apa yang Anda takuti.” – Anthony Robbins
35. “Saya tidak takut pada orang yang telah berlatih 10.000 tendangan sebanyak satu kali, namun saya takut pada orang yang telah berlatih satu tendangan sebanyak 10.000 kali.” – Bruce Lee
36. “Daripada mengkhawatirkan apa yang orang katakan tentang Anda, mengapa tidak menghabiskan waktu untuk berusaha meraih sesuatu yang mereka akan kagumi.” – Dale Carnige
37. “Saya benci setiap menit latihan, namun saya berkata, ‘Jangan menyerah’. Menderitalah duhulu, lalu jalani hidup Anda sebagai seorang juara.” – Muhammad Ali.
38. “Kurang arah, bukan kurang waktu, adalah masalah. Kita semua punya 24 jam dalam sehari.” – Zig Ziglar
39. “Menjadi selektif, yaitu melakukan sedikit hal, adalah jalur menuju produktif. Fokuslah pada hal penting dan abaikan hal yang tidak penting.” – Timothy Ferriss
40. “Fokuskan 90% waktu Anda pada solusi dan hanya 10% pada masalah.” -Anthony J. D’Angelo
41. “Jangan biarkan apa yang tidak bisa Anda lakukan mengganggu apa yang bisa Anda lakukan.” – John Wooden
42. “Bagian kesuksesan saya adalah saya telah berfokus pada beberapa hal.” – Bill Gates
43. “Konsentrasikan semua pikiran Anda pada pekerjaan yang sedang dilakukan. Sinar matahari tidak akan membakar kecuali jika difokuskan.” – Alexander Graham Bell
44. “Saya akhirnya belajar untuk menjalani masa sekarang dan berfokus pada apa yang saya inginkan bukan pada apa yang tidak saya inginkan.” – Darren L. Johnson
45. “Jangan lama-lama memikirkan apa yang salah. Sebaliknya, fokuslah pada apa yang dikerjakan selanjutnya. Curahkan energi Anda untuk bergerak maju mencari jawabannya.” – Denis Waitley

D. Kutipan tentang Kehidupan

Ilustrasi kutipan kehidupan
Kehidupan sehari-hari tidak selalu diisi dengan bekerja. Namun, Anda menjalani aktivitas lain terkait cinta, persahabatan, hobi, dan spiritualitas. Berikut kutipan tentang kehidupan sehari-hari yang mungkin saja jadi inspirasi Anda untuk menjadi bijak atau lebih bahagia.
46. “Tidak ada seorang pun yang menjadi miskin dengan memberi.” – Anne Frank
47. “Ketika Anda bersyukur, ketakutan hilang dan kelimpahan muncul.” – Anthony Robbins
48. “Mengetahui diri sendiri adalah awal semua kearifan.” – Aristotle
49. “Pelanggan Anda yang paling tidak bahagia adalah sumber belajar terbaik bagi Anda.” – Bill Gates
50. “Ingatlah kebahagiaan itu tidak bergantung pada siapa Anda atau apa yang Anda miliki; kebahagiaan hanya bergantung pada apa yang Anda pikirkan.” – Dale Carnige
51. “Cinta tidak butuh alasan. Cinta muncul dari kearifan hati.” – Deepak Chopra
52. “Tidak ada teman yang sesetia buku.” – Ernest Hemingway
53. “Jika Anda mengatakan kebenaran, Anda tidak harus mengingat apa pun.” – Mark Twain
54. “Cari tahu apa yang benar-benar Anda sukai, dan kemudian lakukan sebagai cara untuk menemukan kehidupan yang baik.” – Napoleon Hill
55. “Petualangan terbesar yang sesungguhnya bisa Anda lakukan adalah menjalani kehidupan impian Anda. “ – Oprah Winfrey
56. “Ketika Anda penasaran, Anda menemukan banyak hal yang menarik dilakukan.” – Walth Disney
57. “Orang kaya memiliki TV kecil dan perpustakaan besar, sementara orang miskin memiliki perpustakaan kecil dan TV besar.” – Zig Ziglar
58. “Saya mungkin memiliki banyak keberuntungan dalam hidup saya, namun saya masih butuh menemukan tantangan dalam pertandingan.” – Zinedine Zidane
59. “Bersyukurlah dengan apa yang Anda miliki; Anda akan memiliki lebih banyak. Jika Anda tidak bersyukur, Anda tidak akan pernah merasa cukup.” – Oprah Winfrey
60. “Ketakutan tidak ada di mana pun kecuali di dalam pikiran.” – Dale Carnegie
61. “Ingatlah selalu bahwa Anda lebih berani dari yang Anda yakini, lebih kuat dari yang Anda lihat, dan lebih cerdas dari yang Anda pikirkan.” – Christopher Robin
62. “Peluang tidak terjadi, Anda yang harus membuatnya.” – Chris Grosser
63. “Dengan percaya diri, Anda telah menang sebelum memulai.” – Marcus Garvey
64. “Ketika Anda memiliki kepercayaan diri, Anda dapat memiliki banyak kesenangan. Dan ketika Anda senang, Anda dapat melakukan hal-hal yang luar biasa.” – Joe Namath
65. “Usia bukan jaminan kedewasaan.” – Lawana Blackwell
66. “Kembangkan gairah belajar. Jika Anda mengembangkannya, Anda tidak akan pernah berhenti tumbuh.” – Anthony J. D’Angelo
67. “Alasan adalah paku-paku yang digunakan untuk membangun rumah kegagalan.” – Don Wilder
68. “Bukanlah lingkungan yang membentuk Anda, namun cara Anda bereaksi pada lingkungan yang membentuk Anda.” – Anne Ortlund
69. “Waktu Anda terbatas, jadi janganlah sia-siakan untuk menjalani kehidupan orang lain.” – Steve Jobs
70. “Pikiran hebat mendiskusikan ide; pikiran rata-rata mendiskusikan kejadian; pikiran kecil mendiskusikan orang.”- Eleanor Roosevelt
Dari kata-kata motivasi di atas, mana yang menjadi favorit Anda? Silakan informasikan pada bagian komentar di bawah ini.

Cara Sederhana Membangun Kebiasaan Membaca Buku dengan Mudah dan Mengasikan









Anda mungkin tahu bahwa membaca buku itu bisa menambah wawasan dan pengetahuan, membangkitkan percaya diri, meningkatkan kualitas memori otak, memperoleh ide, dan menyelesaikan masalah. Sayangnya, membaca buku belum menjadi kebiasaan Anda.
Selalu saja ada alasan yang menjauhkan Anda dari memulai membaca buku seperti sibuk, capai, tidak punya waktu, lebih enak menonton TV, atau asyik melihat telepon seluler dan media sosial. Sekalipun pernah memulai, Anda tidak konsisten membaca buku. Hari ini membaca, seminggu atau sebulan kemudian baru membaca buku kembali. Menjengkelkan, bukan?
Mohon jangan menyerah. Anda bisa memiliki kebiasaan membaca buku yang sudah lama Anda idam-idamkan. Untuk membantu Anda mewujudkannya, berikut langkah demi langkah mudah yang perlu Anda lakukan.

1. Buat sasaran membaca harian yang mudah

Apa yang ada di kepala Anda ketika malas membaca buku? Mungkin Anda terbebani dengan tebalnya buku yang harus dibaca. Untuk keluar dari masalah tersebut, buat sasaran (target) harian membaca buku yang mudah Anda capai.
Sebagai contoh, Anda menargetkan membaca dua halaman buku saja. Dua halaman buku masih berat? Turunkan target menjadi membaca satu halaman buku dalam sehari.
Anda mungkin tertawa atau menyepelekan target tersebut. Namun, ingat, kemalasan atau ketidakkonsistenan Anda dalam membaca buku karena otak Anda menolaknya. “Membaca buku itu tidak asyik dan membosankan. Lebih asyik membuka Facebook. Ayo kita buka Facebook,” kata otak Anda.
Jika Anda memiliki target membaca yang mudah (misalnya dua halaman sehari), otak Anda tidak akan menolak. “Ah, dua halaman buku sehari. Gampang itu. Ayo kita membaca buku,” kata otak Anda.
Karena otak sudah “setuju”, Anda pun akan mengambil buku dan membacanya. Tanpa terasa, Anda mungkin membaca lebih dari dua halaman.

2. Tentukan pemicu (trigger)

Kebiasaan itu memiliki tanda (pemicu) yang bisa berupa lokasi, waktu, kondisi mental, orang lain, atau tindakan yang berlangsung tepat sebelumnya. Oleh karena itu, tentukan pemicu yang cocok untuk kebiasaan memicu Anda.
Sebagai contoh, Anda menentukan akan membaca buku pada jam 10 malam (disebut pemicu berbasis waktu) atau setelah makan malam (disebut pemicu berbasis aktivitas) setiap harinya.
Agar Anda tidak lupa, buat pengingat. Misalnya, Anda menyetel alarm jam di arloji atau telepon seluler Anda.

3. Baca buku

Target harian yang mudah dan pemicunya sudah ditentukan. Kini, saatnya Anda bertindak yaitu membaca buku.
Saat membaca buku, bertanya kepada diri sendiri tentang apa (what), mengapa (why), dan bagaimana (how) tentang topik yang sedang Anda baca. Dengan demikian, Anda diliputi rasa ingin tahu yang besar akan topik tersebut.
Sebagai contoh, dalam tiga minggu terakhir saya membaca enam buah buku. Salah satunya adalah buku karya Guy Kawasaki yang berjudul Enchantment: Seni Mengubah Hati, Pikiran, dan Tindakan. Saat membaca buku tersebut, saya bertanya pada diri sendiri:
  • Apa itu enchantment?
  • Mengapa harus menggunakan enchantment?
  • Bagaimana menerapkan enchantment pada blog saya?
Terlepas dari itu, santai saja saat Anda membaca buku. Tidak perlu membaca cepat karena memang Anda tidak buru-buru. Nikmati membaca buku layaknya Anda menyantap makanan favorit Anda.

4. Lacak perkembangan membaca Anda

Setelah meraih sasaran membaca harian, lacak atau monitor perkembangan membaca Anda. Tidak sulit melakukannya. Anda bisa menggunakan kalender atau aplikasi pelacak habit seperti HabitBull 
Sebagai contoh, jika Anda menggunakan kalender, ambil pulpen atau spidol lalu beri tanda X pada tanggal saat Anda membaca buku. Anda akan takjub melihat banyaknya tanda X di kalender tersebut jika Anda membaca setiap hari sesuai target harian Anda.

5. Beri ganjaran setelah Anda membaca buku

Langkah selanjutnya adalah memberi ganjaran pada diri sendiri setelah Anda membaca buku. Ganjaran ini bisa apa saja bentuknya, sepanjang positif bagi Anda. Sebagai contoh, setelah membaca buku Anda menonton TV atau membuka Facebook Anda.
Disadari atau tidak, aktivitas yang sebelumnya menjadi penghambat Anda kini berubah menjadi ganjaran setelah Anda membaca buku. Luar biasa, bukan?

6. Lihat munculnya kebiasaan membaca buku

Pemicu, rutinitas, dan ganjaran sudah Anda lakukan. Ketiga lingkar kebiasaan ini akan menghasilkan perasaan mengidam. Munculnya rasa mengidam membaca buku ini menunjukkan bahwa Anda sudah memiliki kebiasaan membaca buku. Sebagai contoh, jika Anda belum membaca buku, Anda akan merasa ada sesuatu yang kurang atau hilang dalam sehari-hari Anda.
Berapa lama kebiasaan baru akan terbentuk? Bergantung pada pribadi masing-masing. Menurut Phillippa Lally, peneliti dari University College, London, kebiasaan baru akan terbentuk antara 18-254 hari. Hasil penelitian ini dipublikasikan diEuropean Journal of Social Psychology pada 16 Juli 2009.
Membangun kebiasaan membaca buku itu tidak sulit. Cobalah Anda mempraktikkan langkah demi langkah mudah dan mengasyikkan di atas sehingga kebiasaan membaca buku yang selama ini diidam-idamkan terwujud. Selamat mencoba!